QS. Al-Hijr Ayat 76

Hijr · Surat ke-15 · 99 ayat

76

وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ

Wa innahā labisabīlim muqīm(in).

Sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).

Tafsir QS. Al-Hijr Ayat 76

Allah swt menerangkan bahwa negeri kaum Lut yang telah dihancurkan itu terletak pada jalan-jalan yang biasa dilalui manusia. Reruntuhannya dapat dilihat sampai saat ini oleh orang-orang yang mengadakan perjalanan dari Medinah ke Syam. Hal ini ditegaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya yang lain:

Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti? (as-shaffat/37: 137-138)

Orang-orang Arab Mekah biasanya mengadakan perdagangan ke Syam. Mereka berangkat dalam kafilah. Dalam perjalanan mereka pulang balik dari Mekah ke Syam itu, mereka melalui negeri kaum Lut dan dapat menyaksikan bekas-bekasnya.

Tentang Surat Al-Hijr

Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria). Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah s.w.t., karena mendustakan Nabi Shaleh a.s. dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth a.s. dan kaum Syu'aib a.s. Dari ke semua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.