QS. Al-A'raf Ayat 113

Tempat Tertinggi · Surat ke-7 · 206 ayat

113

وَجَاۤءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوْٓا اِنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ

Wa jā'as-saḥaratu fir‘auna qālū inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).

Para penyihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami benar-benar akan mendapat imbalan jika kami menang?”

Tafsir QS. Al-A'raf Ayat 113

Setelah Firaun mengerahkan orang-orangnya untuk mengumpulkan para ahli sihir yang pandai dari berbagai pelosok wilayah kekuasaannya, ketika para ahli sihir tersebut datang kepada Firaun, dan mereka pun berkata kepadanya, "Apakah kami akan mendapatkan imbalan jasa, atas tugas yang berat ini, bila kami berhasil mengalahkan Musa?" Demikian motivasi para ahli sihir sama dengan latar belakang perjuangan para pembesar Firaun yaitu materi, kedudukan dan uang, tidak ada sama sekali idealisme, spiritualisme maupun moralitas yang luhur. Tujuan hidupnya hanya untuk sesaat yaitu uang.

Tentang Surat Al-A'raf

Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A'raaf karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.