QS. Al-'Ankabut Ayat 42

Laba-Laba · Surat ke-29 · 69 ayat

42

اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مِنْ شَيْءٍۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Innallāha ya‘lamu mā yad‘ūna min dūnihī min syai'(in), wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).

Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka sembah selain Dia. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir QS. Al-'Ankabut Ayat 42

Allah Maha Mengetahui tentang apa yang mereka minta kepada berhala, patung, jin, bahkan manusia. Semuanya tak akan mungkin memberikan manfaat atau mendatangkan kecelakaan kepada seseorang bilamana Allah tidak menghendaki. Begitu lemahnya apa yang mereka sembah sehingga sama halnya dengan laba-laba yang hanya sanggup membuat rumah yang sangat rapuh sekali.

Allah berkuasa menurunkan siksa kepada siapa yang kafir. Oleh karena itu, orang-orang musyrik hendaklah merasa takut kepada Allah, dan segera beriman kepada-Nya sebelum datang siksaan-Nya, seperti yang pernah dikirimkan-Nya kepada orang-orang dahulu kala. Bila siksaan Allah datang, tidak seorang pun di antara para penolong mereka itu (berhala-berhala) yang dapat menyelamatkan mereka. Allah selalu perkasa untuk menghancurkan barang siapa yang sepatutnya dibinasakan, dan Maha Bijaksana untuk mengundurkan siksa tersebut bagi orang yang diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan dan dengan teguh melaksanakan kebaikan itu.

Tentang Surat Al-'Ankabut

Surat Al 'Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Dinamai Al 'Ankabuut berhubung terdapatnya perkataan Al 'Ankabuut yang berarti laba-laba pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala-berhala itu, dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.