QS. Al-An'am Ayat 7

Binatang Ternak · Surat ke-6 · 165 ayat

7

وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتٰبًا فِيْ قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوْهُ بِاَيْدِيْهِمْ لَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

Wa lau nazzalnā ‘alaika kitāban fī qirṭāsin fa lamasūhu bi'aidīhim laqālal-lażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).

Seandainya Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) kitab (berupa tulisan) pada kertas sehingga mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, pastilah orang-orang kafir itu mengatakan, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”

Tafsir QS. Al-An'am Ayat 7

Ayat ini menjelaskan keraguan orang kafir yang ingkar terhadap kebenaran wahyu dan kerasulan Muhammad. Nabi Muhammad sesungguhnya sudah mengetahui, berdasarkan keterangan ayat-ayat yang lalu, bahwa sebab-sebab mereka mendustakan agama ialah berpalingnya mereka dari ayat-ayat Al-Qur'an dan tertutupnya hati mereka untuk merenungkan dan memikirkan kejadian-kejadian dalam alam ini. Banyak bukti keesaan Allah nampak pada diri manusia sendiri dan di atas bumi ini, baik ayat kauniyah maupun ayat yang berbicara tentang alam raya yang sangat jelas; tak ada yang kabur dan samar. Namun demikian orang musyrik tetap dalam kekafiran. Penjelasan-penjelasan Al-Qur'an terhadap bukti keesaan Allah di alam ini tidak mengubah pendirian mereka.

Seandainya wahyu itu diturunkan kepada Nabi Muhammad telah tercetak di atas kertas dan mereka dapat menyaksikannya dengan mata kepala mereka, dan memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentu orang kafir masih akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." Kata-kata demikian didorong oleh kesombongan yang luar biasa dan permusuhan yang mendalam. Mereka tetap memandang wahyu Ilahi itu sebagai sihir, dan merasa diri mereka kena sihir.

Tentang Surat Al-An'am

Surat Al An'aam (binatang ternak: unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah. Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata An'aam dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.