QS. Al-Ahqaf Ayat 34

Bukit Pasir · Surat ke-46 · 35 ayat

34

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا عَلَى النَّارِۗ اَلَيْسَ هٰذَا بِالْحَقِّ ۗ قَالُوْا بَلٰى وَرَبِّنَا ۗقَالَ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ

Wa yauma yu‘raḍul-lażīna kafarū ‘alan-nār(i), alaisa hāżā bil-ḥaqq(i), qālū balā wa rabbinā, qāla fażūqul-‘ażāba bimā kuntum takfurūn(a).

Pada hari (ketika) orang-orang yang kufur dihadapkan pada neraka, (dikatakan kepada mereka,) “Bukankah (azab) ini merupakan kebenaran?” Mereka menjawab, “Tentu demikian, demi Tuhan kami.” Allah berfirman, “Maka, rasakanlah azab ini karena kamu selalu mengingkarinya.”

Tafsir QS. Al-Ahqaf Ayat 34

Dalam ayat ini, Allah menerangkan akibat yang akan diterima oleh orang-orang yang mengingkari adanya hari kebangkitan. Pada hari kebangkitan itu, mereka dan orang-orang yang tidak percaya akan adanya pahala dan siksa Allah, akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

Kepada orang-orang kafir diucapkan pertanyaan yang menyakitkan hati dan penuh penghinaan, "Hai orang-orang kafir, bukankah azab yang kamu rasakan hari ini adalah azab yang pernah diperingatkan kepada kamu dahulu, semasa kamu hidup di dunia, sedangkan kamu mendustakan dan memperolok-olokkannya." Mereka menjawab, "Benar ya Tuhan kami, kami benar-benar telah merasakan akibatnya." Allah mengatakan kepada mereka, "Sekarang rasakanlah olehmu apa yang kamu perolok-olokkan itu. Inilah balasan yang setimpal dengan sikap dan tindakanmu itu."

Tentang Surat Al-Ahqaf

Surat Al Ahqaaf terdiri dari 35 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah. Dinamai Al Ahqaaf (bukit-bukit pasir) dari perkataan Al Ahqaaf yang terdapat pada ayat 21 surat ini.Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud a.s. telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di Al Ahqaaf yang sekarang dikenal dengan Ar Rab'ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang. Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.