قَالُوْا يٰقَوْمَنَآ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّ وَاِلٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Qālū yā qaumanā innā sami‘nā kitāban unzila mim ba‘di mūsā muṣaddiqal limā baina yadaihi yahdī ilal-ḥaqqi wa ilā ṭarīqim mustaqīm(in).
Mereka berkata, “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan setelah Musa sebagai pembenar (kitab-kitab) yang datang sebelumnya yang menunjukkan pada kebenaran dan yang (membimbing) ke jalan yang lurus.
Tafsir QS. Al-Ahqaf Ayat 30
Dalam ayat ini diterangkan bahwa serombongan jin yang telah mendengar bacaan Al-Qur'an dari Nabi Muhammad saw menyeru kaumnya, "Wahai kaumku, sesungguhnya kami telah mendengar pembacaan ayat-ayat sebuah kitab yang telah diturunkan Allah setelah Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. Kitab itu membenarkan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya, menunjukkan jalan yang paling baik ditempuh seseorang yang ingin mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat serta menerangkan jalan yang diridai dan jalan yang tidak diridai Allah." Jin juga makhluk yang harus memikul kewajiban beribadah. Firman Allah:
.
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (adh-dzariyat/51: 56)

