islamipedia.id – Orang yang meninggal dunia dalam keadaan baik disebut husnul khotimah.
Lawan kata husnul khotimah adalah suul khotimah yang artinya orang meninggal dunia dalam keadaan buruk atau tidak baik.
Namun banyak orang salah kaprah saat menuliskan doa ketika mendengar kabar orang meninggal dunia.
Sebagian orang menulis dengan kata khusnul khotimah. Padahal kedua kata tersebut berbeda artinya.
Tulisan khusnul khotimah dan husnul khotimah berbeda makna dan pengertiannya.
Apa beda arti kedua ucapan tersebut?
Dalam Bahasa Arab, husnul diambil dari kata hasan yang artinya baik. Sedangkan khotimah memiliki arti yaitu sebuah akhir.
Jadi, husnul khotimah memiliki arti sebuah akhir yang baik. Artinya adalah kematian yang berakhir dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT.
Akhir yang baik inilah yang diharapkan setiap muslim ketika meninggal kelak.
Sedangkan khusnul mengandung arti hina. Berarti khusnul khotimah artinya semoga berakhir dalam keadaan hina.
Tentu saja ucapan khusnul khotimah menjadi fatal jika diucapkan saat mendengar kabar duka.
Singkat kata, husnul memiliki arti baik, sedangkan khusnul memiliki arti hina.
Tanda-tanda Orang Meninggal Husnul Khotimah
Tanda-tanda orang meninggal husnul khotimah bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini.
Begitupun kebalikannya bagi orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Imam Ahmad yang menunjukkan tentang husnul khotimah pada seorang hamba, bahwa Rasulullah Shallallahu โalaihi wasallam bersabda:
ุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุงูููููู ุจูุนูุจูุฏู ุฎูููุฑูุง ุงุณูุชูุนูู ููููู ููุงูููุง ูููููููู ููุณูุชูุนูู ููููู ููุงูู ููููููููููู ููุนูู ููู ุตูุงููุญู ููุจููู ู ูููุชููู
โApabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.โ Para sahabat bertanya; โBagaimana membuatnya beramal?โ beliau menjawab: โAllah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.โ (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Tanda-tanda itu, jika di antara 10 tanda ini sedang dikerjakan atau jadi penyebab seorang meninggal, Insya Allah orang tersebut meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
Diantara tanda-tanda itu ada yang hanya diketahui oleh orang yang akan meninggal, namun ada pula tanda-tanda itu bisa diketahui oleh semua orang.
Allah Subhanahu Wataโala berfirman;
ุฅูููู ุงูููุฐูููู ููุงูููุง ุฑูุจููููุง ุงููููููู ุซูู ูู ุงุณูุชูููุงู ููุง ุชูุชูููุฒูููู ุนูููููููู ู ุงููู ูููุงุฆูููุฉู ุฃููููุง ุชูุฎูุงูููุง ููููุง ุชูุญูุฒููููุง ููุฃูุจูุดูุฑููุง ุจูุงููุฌููููุฉู ุงูููุชูู ูููุชูู ู ุชููุนูุฏูููู
โSesungguhnya orang-orang yang mengatakan: โTuhan kami ialah Allahโ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: โJanganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.โ (QS. Fushshilat:30).
Ada beberapa husnul khotimah yang dirinci oleh para ulama berdasar dalil-dalil dari Al-Qurโan dan As-Sunnah.
Berikut tanda-tanda orang meninggal dalam kondisi husnul khotimah:
1. Seseorang yang mengucap kalimat โLaa ilaaha illallahโ
Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu โalaihi wasallam;
ู ููู ููุงูู ุขุฎูุฑู ูููุงู ููู ูุง ุฅููููู ุฅููุง ุงูููููู ุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู
โBarangsiapa yang akhir perkataannya adalah โLaa ilaaha illalloohโ maka dia akan masuk Surga.โ (HR. Abu Dawud)
2. Meninggal dengan keringat di dahi.
Berdasar hadits Ibnu Buraidah bin Hashib sebagai berikut ;
ุนููู ุงุจููู ุจูุฑูููุฏูุฉู ุนููู ุฃูุจูููู ุฃููููู
ููุงูู ุจูุฎูุฑูุงุณูุงูู ููุนูุงุฏู ุฃูุฎูุง ูููู ูููููู ู ูุฑููุถู ููููุฌูุฏููู ุจูุงููู ูููุชู ููุฅูุฐูุง ูููู ููุนูุฑููู ุฌูุจูููููู ููููุงูู ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ุณูู ูุนูุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููููู ู ูููุชู ุงููู ูุคูู ููู ุจูุนูุฑููู ุงููุฌูุจูููู
โDari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda: โOrang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.โ (HR. Ahmad)
3. Meninggal pada malam Jumat atau di siang hari Jumat
Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu โalaihi wasallam;
ู ูุง ู ููู ู ูุณูููู ู ููู ููุชู ููููู ู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ุฃููู ููููููุฉู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ุฅููููุง ููููุงูู ุงูููููู ููุชูููุฉู ุงููููุจูุฑู
โTidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jumโat atau pada malam Jumโat kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.โ (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
4. Orang yang meninggal karena thoโun (penyakit wabah atau sampar).
Rasulullah Shalallahu โAlaihi Wassallam bersabda;
ุงูุทููุงุนูููู ูุดููุงูุฏูุฉู ููููููู ู ูุณูููู ู
โMati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.โ(HR. Bukhari)
5. Orang yang meninggal karena sakit perut, atau penyakit yang berhubungan dengan perut seperti; maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, bat ginjal dan lain sebagainya.
ููู ููู ู ูุงุชู ููู ุงููุจูุทููู ูููููู ุดูููููุฏู
โBarangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.โ (HR. Muslim)
6. Orang yang meninggal karena tenggelam, karena kejatuhan bangunan atau tebing.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu โAlaihi Wassallam bersabda;
ุงูุดููููุฏูุงุกู ุฎูู ูุณูุฉู ุงููู ูุทูุนูููู ููุงููู ูุจูุทูููู ููุงููุบูุฑููู ููุตูุงุญูุจู ุงููููุฏูู ู ููุงูุดูููููุฏู ููู ุณูุจูููู ุงูููููู
โOrang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit thaโun, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.โ (HR. Bukhari)
7. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah) .
Seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan dakwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari diatas.
Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.
8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya.
Rasulullah Shalallahu โAlaihi Wassallam bersabda;
ููุชููู ุงููู ูุณูููู ู ุดูููุงุฏูุฉู ููุงูุทููุงุนูููู ุดูููุงุฏูุฉู ููุงููุจูุทููู ููุงููุบูุฑููู ููุงููู ูุฑูุฃูุฉู ููููุชูููููุง ููููุฏูููุง ุฌูู ูุนูุงุกู
โTerbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.โ (HR. Ahmad)
9. Seseorang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya.
Abu Hurairah RA meriwayatkan;
ุฌูุงุกู ุฑูุฌููู ุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููุงูู : ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู โ ุฃูุฑูุฃูููุชู ุฅููู ุฌูุงุกู ุฑูุฌููู ููุฑููุฏู ุฃูุฎูุฐู ู ูุงููู ููุงูู : ููููุง ุชูุนูุทููู ู ูุงูููู ููุงูู : ุฃูุฑูุฃูููุชู ุฅููู ููุงุชูููููู ููุงูู : ููุงุชููููู ููุงูู : ุฃูุฑูุฃูููุชู ุฅููู ููุชูููููู ููุงูู : ููุฃูููุชู ุดููููุฏู ููุงูู : ุฃูุฑูุฃูููุชู ุฅููู ููุชูููุชููู ููุงูู : ูููู ููู ุงููููุงุฑู โ
Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu โalaihi wasallam dan bertanya; โWahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?โ Beliau bersabda, โJangan engkau berikan hartamu!โ Bagaimana kalau ia melawanku?โ Beliau bersabda; โLawanlah dia!โ, โBagaimana kalau dia membunuhku?โ Beliau bersabda; โEngkau syahidโ, โBagaimana kalau aku yang membunuhnya?โ Beliau bersabda; โDia di neraka!.โ (HR. Muslim)
ู ููู ููุชููู ุฏูููู ู ูุงูููู ูููููู ุดููููุฏู ููู ููู ููุชููู ุฏูููู ุฏูููููู ูููููู ุดููููุฏู ููู ููู ููุชููู ุฏูููู ุฏูู ููู ูููููู ุดููููุฏู ููู ููู ููุชููู ุฏูููู ุฃููููููู ูููููู ุดููููุฏู
โBarangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan nyawanya maka dia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan keluarganya maka dia syahid.โ (HR. Tirmidzi)
10. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh.
Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya.
Rasulullah Shalallahu โAlaihi Wasallam bersabda;
ู ููู ููุงูู : ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ุงุจุชูุบูุงุกู ููุฌููู ุงูููููู ุ ุฎูุชูู ู ูููู ุจููุง ุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู ุ ููู ููู ุตูุงู ู ููููู ูุง ุงุจุชูุบูุงุกู ููุฌููู ุงูููููู ุฎูุชูู ู ูููู ุจููุง ุ ุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู ุ ููู ููู ุชูุตูุฏูููู ุจุตูุฏูููุฉู ุงุจุชูุบูุงุกู ููุฌููู ุงูููููู ุฎูุชูู ู ูููู ุจููุง ุ ุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู โ
โBarangsiapa yang meninggal ketika mengucap โLaa ilaaha illallahโ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.โ
Doa Agar Meninggal Husnul Khatimah
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memanjatkan doa agar mencapai husnul khotimah saat meninggal dunia.
Dalam doa yang diajarkan, Rasulullah SAW membaca:
“Allahummaj’al khayra ‘umri akhirahu, wakhaira ‘amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma al-qaka.”
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat).” (HR Ibnu As-Sunni).
Bacaan doa meminta agar meninggal husnul khotimah juga terkandung dalam Al-Quran, Surat Ali Imran ayat 193:
“Rabbana innana sami’na munadiyay yunadi lil-imani an aminu birabbikum fa amanna rabbana fagfir lana zunubana wa kaffir ‘anna sayyi`atina wa tawaffana ma’al-abrar.”
Artinya: “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan Rasulullah) yang menyeru kepada iman (yaitu): ‘Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!’, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa besar kami, hapuskanlah dosa-dosa kecil kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 193).
Itulah pengertian husnul khotimah, tanda-tanda seseorang meninggal dalam keadaan baik, dan doa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah.
Semoga apa yang sedang kita kerjakan dan apa yang sedang kita upayakan menjadi jalan kita untuk mendapat ridho Allah di surganya kelak.
(islamipedia.id)