background img
Mar 16, 2019
46 Views
0 0

Keutamaan, Niat dan Waktu Puasa Muharram, Asyura dan Tasu’a

Written by

Puasa Asyura 10 Muharram jatuh pada tanggal 20 September atau hari Kamis. Berikut bacaan niat dan keutamaan puasa Muharram, Asyura, dan Tasu’a.

Dream – Pada hari Selasa, 11 September 2018 kemarin, umat Islam memperingati Tahun Baru Islam. Pergantian tahun tersebut dalam Islam jatuh pada tanggal 1 Muharram 1440 H.

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang mulia dalam kalender Hijriyah selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Di bulan-bulan tersebut manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melalukan perbuatan dosa.

Hal itu telah ditegaskan sendiri oleh Allah SWT melalui firmannya yang tertuang dalam Alquran Surat At Taubah ayat 36.

” Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu.

Rasulullah Muhammad SAW menyebut bulan Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah). Karena itu, umat Islam wajib tahu keutamaan bulan Muharram.

Sebelum datangnya syiar Islam yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW, bulan Muharram disebut dengan Shafar Al Awwal. Sedangkan bulan Shafar, yang merupakan bulan kedua, disebut dengan Shafar Ats Tsani.

Saat Islam datang, bulan ini dinamai Muharram. Dalam bahasa Arab, Muharram bermakna ‘waktu yang diharamkan’. Maksudnya, pada bulan ini manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melalukan perbuatan dosa.

Salah satu amalan yang paling afdol di bulan Muharram adalah menjalankan ibadah puasa Muharram, seperti yang dicontohkan nabi-nabi dan rasul terdahulu.

Puasa Muharram ini ada dua yang paling utama, yaitu puasa Tasu’a dan Puasa Asyura. Sebenarnya ada amalan puasa Muharram lainnya yang disebut dengan puasa ayyamul bidh.

Hukum Puasa Muharram

Memasuki bulan Muharram yang merupakan awal tahun umat Islam, banyak ibadah sunah yang sangat dianjurkan dilakukan umat Muslim. Salah satu amalan itu adalah puasa Muharram.

Pengertian puasa Muharram adalah puasa sunah yang dianjurkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika umat Islam berada di bulan Muharram.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendorong kita melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya,

“ Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

2 dari 5 halaman

Puasa Muharram dilakukan pada tanggal 10 Muharram 1440 H atau 20 September 2018

Dream – Umat Islam dianjurkan untuk mengisi hari tersebut dengan menjalankan ibadah puasa bulan Muhammar atau dikenal dengan istilah puasa Asyura. Tetapi, puasa tersebut sebaiknya diawali dengan Puasa Tasu’a yang dilakukan pada 9 Muharram 1440 H atau hari Rabu, 19 September. Sedangkan 10 Muharram 2018 diperkirakan jatuh pada tanggal 20 September 2018 atau hari Kamis pekan ini.

Niat Puasa Muharram

Niat puasa Muharram sendiri sebenarnya tidak ada. Bacaan niat puasa Muharram sudah termasuk dalam salah satu puasa sunnah di bulan itu yaitu Puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Keutamaan Puasa Muharram Menurut Sunnah

Puasa pada 10 hari pertama Muharram mengandung banyak keutamaan. Ada perbuatan yang harus dihindari umat Islam di bulan Muharram. Ini agar tidak merusak kemuliaan Muharram. Perbuatan yang dimaksud tercantum dalam Surat At Taubah ayat 36.

” Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Di ayat tersebut disebutkan larangan untuk menganiaya diri sendiri. Sehingga, seorang Muslim dilarang melakukan dosa di bulan Muharram.

Larangan ini mungkin berlaku kapanpun sepanjang tahun. Tetapi ditekankan pada bulan Muharram karena dosanya bisa lebih besar. Coba perhatikan hadits berikut ini.

Abdullah bin Abbas RA berkata, ” Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan sholeh dan pahala juga lebih besar.”

Hadits ini diperkuat riwayat dari Qatadah RA.

” Sesungguhnya berbuat kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada berbuat kezaliman di selain bulan-bulan tersebut. Meskipun berbuat zalim pada setiap keadaan bernilai besar, tetapi Allah membesarkan segala urusannya sesuai apa yang dikehendaki-Nya.”

Pengertian Puasa Tasu’a

Dream – Sebelum menjalankan Puasa Asyura, maka dianjurkan untuk melakukan Puasa Tasu’a dengan membaca niat. Berikut niat Puasa Tasu’a:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatit tasuu’aa lillaahi ta’ala.

Artinya,

” Aku berniat puasa sunah tasu’a esok hari karena Allah SWT.

Hikmah Puasa Tasu’a

Sebagian ulama mengatakan bahwa sebab Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh sekaligus kesembilan agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi.

Seperti diketahui mereka hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja di bulan Muharram. Dalam hadits Ibnu Abbas juga terdapat isyarat mengenai hal ini. Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini untuk kehati-hatian, siapa tahu salah dalam penentuan hari Asyura yang jatuh pada (tanggal 10 Muharram.

Pendapat yang menyatakan bahwa Nabi menambah hari kesembilan agar tidak menyerupai puasa Yahudi adalah pendapat yang lebih kuat.

Pengertian Puasa Asyura

Dream – Puasa Asyura adalah puasa yang dijalankan di bulan Muharram yang jatuh pada tanggal 10. Bagi umat Islam, Asyura merupakan hari istimewa. Di hari ini, terdapat banyak sekali kemuliaan.

Dalam catatan sejarah, banyak peristiwa penting terjadi pada hari itu. Terutama ketika Islam belum diturunkan ke bumi.

Nama Asyura mengacu pada urutan hari kesepuluh di bulan Muharram. Nama ini berasal dari kata Asyrah yang artinya sepuluh.

Karena istimewa, Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan puasa sunah pada Hari Asyura.

Dikutip dari Harakah Islamiyah, dalam riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berkisah mengenai kebiasaan orang-orang Quraisy berpuasa saat Hari Asyura di masa jahiliyah. Rasulullah kemudian menyuruh umat Islam puasa Asyura.

” Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu’.”

Kemudian dijelaskan oleh Ibnu Abbas RA dalam riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Ibnu Abbas menceritakan pertemuan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dengan orang Yahudi yang menjalankan puasa Asyura saat berada di Madinah.

Rasulullah bertanya alasan orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Lantas mereka menjawab demikian.

” ‘Allah telah melepaskan Musa dan umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah’. Nabi bersabda, ‘Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka’. Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga.”

Niat Puasa Asyura

Berikut adalah niat puasa Muharram atau puasa Asyura yang dirangkum Dream dari berbagai sumber.

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta’aalaa.

Artinya,

” Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Niat ini dianjurkan dibaca malam hari sebelum melaksanakan puasa. Tetapi, tidak batal puasa sunah jika niatnya dibaca usai matahari terbit.

Kewajiban membaca niat puasa di malam hari hanya berlaku untuk Puasa Ramadan. Selebihnya, apabila kita ingin berpuasa sunah lalu mengucapkan niatnya meski sudah tampak matahari, ibadah kita tetap sah.

Keutamaan Puasa Asyura

Ada satu manfaat puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram yang sayang sekali jika dilewatkan oleh Sahabat Dream

Abu Qotadah Al Anshoriy berkata, “ Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Article Tags:
Article Categories:
Puasa Sunnah

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *