in

Siapa Saja Nabi yang Dibunuh Kaum Yahudi? | by Wiji Al Jawi


Wiji Al Jawi

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَاۤءَهٗ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ اَنْۢبِيَاۤءَ اللّٰهِ مِنْ قَبْلُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka (orang-orang Yahudi), “Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an).”

Mereka menjawab, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.”

Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al Qur’an) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka.

Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?”

(QS. Al Baqarah: 91)

Al Quran menyampaikan bahwa kaum Yahudi telah membunuh para nabi, tetapi tidak disebutkan secara eksplisit berapa jumlahnya.

Walaupun demikian, Al Quran juga menyebutkan bahwa kaum Yahudi telah membuat dua kali kerusakan yang membuat Masjidil Aqsa dihancurkan sebanyak dua kali.

وَقَضَيْنَآ اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ فِى الْكِتٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى الْاَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيْرًا

Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Kamu pasti akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”

فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

“Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali, dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.”

(QS. Al Israa’: 4 dan 7)

Kerusakan Pertama

Kerusakan pertama antara lain adalah pembunuhan terhadap Nabi Isaiah (Yesaya) dan Nabi Uriah (Uria), serta penyiksaan terhadap Nabi Jeremiah (Yeremia).

Nabi Yesaya, literatur Arab menyebutnya أشعياء (Asya’yaa), dibunuh atas perintah Manasseh (Manasye), raja Kerajaan Yehuda yang berkuasa di Yerusalem sekira 687–643 SM.

Sumber Israiliyat, 2 Tawarikh 33:3–7, menyebutkan bahwa Manasye telah menyembah dewa-dewa bangsa Kanaan, mengorbankan anak-anaknya dalam api, melakukan sihir dan ramalan, serta meletakkan patung berhala di dalam Bait al-Maqdis (Masjidil Aqsa).

Nabi Yesaya lalu mendakwahi Manasye agar kembali menerapkan ajaran Tauhid seperti ayahnya, Raja Hezekiah (Hizkia).

Namun, Manasye membunuh Nabi Yesaya dengan cara menggergaji tubuhnya. (Talmud Babilonia, Yevamot 49b)

Saat kaum muslimin Mekkah mengadukan tekanan yang mereka alami dari orang-orang musyrik, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَيُوضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مَفْرِقِ رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ

“Sungguh di antara orang-orang sebelum kalian ada yang disisir dengan sisir besi lalu dagingnya terkupas dari tulangnya atau uratnya. Namun, hal itu tidak memalingkannya dari agamanya. Ada juga yang diletakkan gergaji di kepalanya lalu digergaji hingga terbelah menjadi dua. Namun, siksaan itu tidak menyurutkan dia dari agamanya.”

(HR. Bukhari no. 3563, no. 3852 versi Fathul Bari)

Alkitab, 2 Tawarikh 33:11, kemudian menyebutkan bahwa Allah Ta’ala memberi hukuman melalui tentara raja Asyur (Assyria) yang menangkap Manasye dan membawanya ke Babel (Babilon).

Raja Yahudi sesudahnya, yaitu Amon, tetap melakukan penyembahan berhala. (2 Raja-raja 21:19–21)

Raja-raja Yahudi berikutnya juga tercatat sebagai pemimpin yang kejam. Seperti Yoyakim yang suka membunuh laki-laki untuk merebut istri dan hartanya. Nabi Uria bin Semaya yang mendakwahinya pun turut dibunuh. (Yeremia 26:20–23)

Begitu pula raja Kerajaan Yehuda terakhir, Zedekia, yang menyiksa dan memenjarakan Nabi Yeremia (إرميا) di dalam sumur. (Yeremia 37:15–16)

Kerajaan Yehuda pun berakhir saat Nabi Yeremia dipenjara (Yeremia 38:28). Raja Babylonia, Nebuchadnezzar II, menghancurkan Yerusalem pada 587 SM. Bait al-Maqdis (Kesatu) ikut dihancurkan dalam serangan tersebut.

Kerusakan Kedua

Kerajaan Babylonia runtuh pada 539 SM setelah ditaklukkan Cyrus (Koresh), Raja Persia dari Dinasti Achaemeniyah.

Lihat juga pembahasan mengenai Cyrus sebagai Raja Zulkarnain di https://islampedia.id/ketika-yahudi-menguji-kerasulan-nabi-muhammad-a702919bba1b.

Cyrus kemudian memerintahkan untuk membangun kembali Bait al-Maqdis (Kedua).

“Beginilah perintah Cyrus, Raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.” (Ezra 1:2)

Orang-orang Yahudi kembali menjadi pemimpin di Yerusalem, di antaranya adalah Nabi Uzair (Ezra). (Ezra 7:6–25)

Setelah berlalu sekian waktu, orang-orang Yahudi pun melakukan kerusakan yang kedua. Di antaranya adalah pembunuhan terhadap Nabi Yahya dan percobaan pembunuhan terhadap Nabi Isa.

Nabi Yahya dibunuh karena menegur Herodes Antipas, Raja Yahudi yang menjadi bawahan Romawi. Herodes Antipas menikahi mantan istri saudaranya, padahal saudaranya tersebut masih hidup, di mana hal ini melanggar hukum Taurat. (Markus 6:18)

Sedangkan Nabi Isa hendak dibunuh karena kerap mengkritik ahli-ahli Taurat dan imam-imam Bait al-Maqdis di masanya, disebabkan perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ajarkan. (Matius 23:3)

Nabi Isa juga berkata kepada ahli-ahli Taurat di masanya,

“Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.”

“Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.”

(Lukas 11:47–48)

Saat orang yang diserupakan dengan Nabi Isa ditangkap dan dibawa ke Sanhedrin (Mahkamah Agama), imam-imam Yahudi mencari kesaksian palsu supaya ia dihukum mati, termasuk menuduhnya hendak merubuhkan Bait al-Maqdis. (Matius: 26: 59–61)

Namun, Allah Ta’ala telah menyelamatkannya sebelum peristiwa tersebut.

بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

“Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. An Nisaa’: 158)

Allah kemudian menghukum orang-orang Yahudi ketika Romawi menyerang Yerusalem pada 70 M. Bait al-Maqdis (Kedua) ikut hancur dalam serangan tersebut.

Bait al-Maqdis (Ketiga) kembali dibangun setelah pasukan muslim di masa Khalifah Umar bin Khattab menaklukkan Yerusalem pada 637 M.

Wallahu A’lam


What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Siapa Kaum yang Didakwahi Nabi Zulkifli? | by Wiji Al Jawi

Apakah Semua Gambar dan Patung adalah Terlarang? | by Wiji Al Jawi