in

Mengapa Malaikat Diciptakan?. Di antara para malaikat, Allah juga… | by Wiji Al Jawi | Aug, 2021


Zat Allah Ta’ala (yang Mahatinggi) berada di atas ‘Arsy.

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

“Allah yang Maha Pengasih, yang berada di atas ‘Arsy.” (QS. Thaahaa: 5)

Keagungan zat Allah juga dapat menghancurkan makhluk dunia yang melihat-Nya.

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ

“Dan tatkala Musa datang pada waktu yang telah Kami tentukan dan Allah telah berfirman kepadanya, berkatalah Musa: ‘Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.’ Allah berfirman: ‘Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke gunung itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.’ Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.” (QS. Al A’raaf: 143)

Oleh karena itu, malaikat diciptakan sebagai utusan Allah untuk melaksanakan keputusan Allah terhadap makhluk-Nya.

Di antara para malaikat, Allah juga memilih beberapa malaikat untuk menjadi rasul atau pemimpin para malaikat.

اَللّٰهُ يَصْطَفِيْ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًا وَّمِنَ النَّاسِۗ

“Allah memilih para rasul dari malaikat dan dari manusia.” (QS. Al Hajj: 75)

Rasul dari kalangan malaikat ini dapat bertemu langsung dengan Allah, dan menjadi utusan Allah untuk para nabi dari kalangan manusia di bumi, serta menjadi utusan Allah untuk para penduduk langit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ قَالَ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ

“Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berfirman: ‘Hai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah ia!’ Maka hamba tersebut pun dicintai Jibril. Kemudian Jibril berseru di atas langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah ia!’ Kemudian para penghuni langit pun ikut mencintai hamba tersebut.”

(HR. Muslim no. 4772 versi aplikasi Lidwa, no. 2637 versi Syarh Shahih Muslim)

Malaikat-malaikat yang menjadi rasul Allah antara lain adalah Jibril, Mika’il, dan Israfil.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Apabila Rasulullah ﷺ shalat malam, beliau membaca doa iftitah sebagai berikut,

اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

‘Ya Allah, Tuhan Jibril, Mika`il, dan Israfil; Maha Pencipta langit dan bumi, Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan, tunjukilah aku jalan keluar yang benar dari perselisihan mereka, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, bagi siapa yang Engkau kehendaki’.”

(HR. Muslim no. 1289 versi aplikasi Lidwa, no. 770 versi Syarh Shahih Muslim)

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu,

قِيلَ لِعَلِيٍّ وَلِأَبِي بَكْرٍ يَوْمَ بَدْرٍ مَعَ أَحَدِكُمَا جِبْرِيلُ وَمَعَ الْآخَرِ مِيكَائِيلُ وَإِسْرَافِيلُ مَلَكٌ عَظِيمٌ يَشْهَدُ الْقِتَالَ أَوْ قَالَ يَشْهَدُ الصَّفَّ

Dikatakan kepada Ali dan Abu Bakar pada saat perang Badar, “Bersama salah satu dari kalian berdua adalah malaikat Jibril, sedangkan malaikat Mika`il bersama yang lainnya, dan Israfil malaikat yang agung ikut menyaksikan peperangan.” atau Ali berkata, “Ikut bergabung dengan barisan perang.”

(HR. Ahmad no. 1192 dalam aplikasi Lidwa)

Hadits-hadits di atas menunjukkan keutamaan malaikat Jibril, Mika’il, dan Israfil. Ketiga malaikat tersebut juga diutus untuk menemani atau menyaksikan peperangan yang dilakukan Nabi.

Wafatnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai penutup para nabi, tidaklah membuat rasul dari kalangan malaikat menjadi kehilangan tugas. Karena mereka tetap memiliki tugas untuk memimpin para malaikat dan menjadi utusan Allah bagi para penduduk langit.

Wallahu a’lam



Source link

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Khutbah Jumat: Kemaksuman dan Kemuliaan para Nabi

Khutbah Jumat: Kemaksuman dan Kemuliaan para Nabi

Ayah Nabi Ibrahim adalah Orang Kafir? | by Wiji Al Jawi